Sistem Terdistribusi
Pengertian
Sistem
Terdistribusi terdiri dari dua kata yaitu “Sistem” dan “Terdistribusi”. Sistem
terdistribusi merupakan sekumpulan elemen yang saling berhubungan satu dengan
yang lainnya dan membentuk satu kesatuan untuk menyelesaikan satu tujuan yang
spesifik atau menjalankan seperangkat fungsi. Adapun terdistribusi berasal dari
kata “distribusi” yang merupakan lawan kata “sentralisasi” yang artinya
penyebaran, sirkulasi, penyerahan, pembagian menjadi bagian-bagian kecil.
Berawal dari pengertian kata-kata pembentuknya, Sistem Terdistribusi dapat
didefinisikan sebagai suatu kesatuan dari elemen-elemen yang saling
berinteraksi secara sistematis dan teratur untuk mendistribusikan data
(Maseleno, 2003).
Penerapan Sistem Terdistribusi
World Wide Web (WWW)
World Wide Web (WWW) adalah
suatu ruang informasi yang dipakai oleh pengenal global yang disebut Pengidentifikasi Sumber Seragam untuk
mengenal pasti sumber daya berguna. WWW
merupakan kumpulan server web dari seluruh dunia yang mempunyai kegunaan untuk menyediakan data dan informasi untuk
dapat digunakan bersama. System
ini memanfaatkan layanan internet dalam mendistribusikan informasi kepada
penggunanya.
Pengguna
harus memasukkan alamat web pada browser. Melalui koneksi internet, input
tersebut akan diproses kemudian memanggil dan memunculkan tampilan web
server pada browser. Pada browser apapun dan dimanapun, akan
memunculkan tampilan dengan isi yang sama. Pada halaman tampilan tersebut
pengguna dapat mengakses informasi yang dibutuhkan. Informasi tersebut berasal
dari database di web server. Dengan adanya sistem terdistribusi inilah
informasi dapat didistribusikan dan disebarkan melalui koneksi internet
sehingga pengguna dapat mengaksesnya.
Kelebihan
dan Kekurangan Sistem Terdistribusi
Keuntungan:
- Absolute scalability . Adalah mungkin untuk
menciptakan sistem terkluster yang jauh lebih powerful daripada satu komputer
standalone yang terbesar sekalipun. Satu kluster bisa terdiri atas
puluhan, bahkan ratusan komputer, dan masing-masing adalah multiprosesor.
- Incremental scalability . Kluster diatur sedemikian
rupa sehingga bisa dupgrade sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan,
tanpa harus mengupgrade keseluruhan sistem sekaligus secara besar-besaran.
- High availability . Karena setiap komputer yang
tergabung adalah standalone (mandiri), maka kegagalan salah satu komputer
tidak menyebabkan kegagalan sistem.
- Superior price/performance . Dengan konfigurasi yang
tepat, dimungkinkan untuk membangun sistem yang jauh lebih powerful atau
sama dengan komputer standalone, dengan biaya yang lebih rendah.
Disamping memiliki beberapa keuntungan, sistem
terdistribusi juga memiliki beberapa kekurangan, misalnya:
- Jika tidak direncanakan dengan tepat, sistem
terdistribusi bisa menurunkan proses komputasi, misalnya jika kegagalan
salah satu komputer mempengaruhi komputer-komputer yang lain.
- Troubleshooting menjadi lebih rumit, karena bisa
memerlukan koneksi ke komputer lain yang terhubung secara remote, atau
menganalisis komunikasi antar komputer.
- Tidak semua proses komputasi cocok untuk dilakukan
dalam sistem terdistribusi, karena besarnya keperluan komunikasi dan
sinkronisasi antar komputer. Jika bandwith, latency, atau kebutuhan
komunikasi terlalu besar, maka performanya bisa menjadi lebih jelek daripada
sistem yang tidak terdistribusi sama sekali. Karena itu, lebih baik
komputasi dilakukan di sistem yang tidak terdistribusi.
Komentar
Posting Komentar