PERBANDINGAN GAME ENGINE
Pengertian Game
Game adalah salah satu program yang bisa berjalan di dalam perangkat berbasis komputer adalah program game atau program permainan. Kita dapat dengan mudah mendapatkan game untuk dijalankan pada komputer atau smartphone. Secara garis besar game terbagi kepada dua jenis, yang pertama adalah game offline dan yang kedua adalah game online. Game offline maksudnya adalah game yang bisa digunakan pada komputer atau smartphone tanpa harus terhubung ke internet. Hal tersebut dimungkinkan untuk dilakukan karena semua perintah dan data game sudah terpasang di dalam komputer. Sedangkan game online ini sifatnya terpusat pada suatu server. Sehingga untuk menjalankannya dibutuhkan akses ke server tersebut melalui jaringan internet.
Pengertian Game Engine
Game Engine adalah system perangkat lunak yang dirancang untuk menciptakan dan pengembangan video game. Ada banyak mesin permainan yang dirancang untuk bekerja pada konsol permainan video dan sistem operasi desktop seperti Microsoft Windows, Linux, dan Mac OS X. fungsionalitas inti biasanya disediakan oleh mesin permainan mencakup mesin render (“renderer”) untuk 2D atau 3D grafis, mesin fisika atau tabrakan (dan tanggapan tabrakan), suara, script, animasi, kecerdasan buatan, jaringan, streaming, manajemen memori, threading, dukungan lokalisasi, dan adegan grafik. Proses pengembangan permainan sering dihemat oleh sebagian besar menggunakan kembali mesin permainan yang sama untuk menciptakan permainan yang berbeda.
Tipe Game Engine
1. Roll-your-own game engine
Banyak perusahaan game kecil seperti publisher indie biasanya menggunakan engine-nya sendiri.Mereka menggunakan API seperti XNA, DirectX atau OpenGL untuk membuat game engine mereka sendiri. Di sisi lain, mereka kadang menggunakan library komersil atau yang open source. Terkadang mereka juga membuat semuanya mulai dari nol.Biasanya game engine tipe ini lebih disukai karena selain kemungkinan besar diberikan secara gratis, juga memperbolehkan mereka (para developer) lebih fleksibel dalam mengintegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk sebagai game engine mereka sendiri.Kelemahannya banyak engine yang dibuat dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya. Tower Games Studio membutuhkan satu tahun penuh untuk menyempurnakan game engine-nya, hanya untuk ditulis ulang semuanya dalam beberapa hari sebelum penggunaannya karena adanya bug kecil yang sangat mengganggu.
2. Mostly-ready game engines
Engine ini biasanya sudah menyediakan semuanya begitu diberikan pada developer/programer. Semuanya termasuk contoh GUI, physiscs, libraries model, texture dan lain-lain. Banyak dari mereka yang sudah benar-benar matang, sehingga dapat langsung digunakan untuk scripting sejak hari pertama. Game engine semacam ini memiliki beberapa batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang benar-benar terbuka lebar. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi banyak error yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini dirilis dan masih memungkinkan game engine-nya tersebut untuk mengoptimalkan kinerja game-nya.
Contoh tipe game engine seperti ini adalah Unreal Engine, Source Engine, id Tech Engine dan sebagainya yang sudah sangat optimal dibandingkan jika harus membuat dari awal. Dengan hal ini dapat menyingkat menghemat waktu dan biaya dari para developer game.
3. Point-and-click engines
Engine ini merupakan engine yang sangat dibatasi, tapi dibuat dengan sangat user friendly. Anda bahkan bisa mulai membuat game sendiri menggunakan engine seperti GameMaker, Torque Game Builder dan Unity3D. Dengan sedikit memanfaatkan coding, kamu sudah bisa merilis game point-and-click yang kamu banget. Kekurangannya terletak pada terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan dan biasanya hal ini mencakup semuanya, mulai dari grafis hingga tata suara. Tapi bukan berarti game engine jenis ini tidak berguna, bagi developer cerdas dan memiliki kreativitas tinggi, game engine seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan, seperti Flow. Game engine ini memang ditujukan bagi developer yang ingin menyingkat waktu pemrogramman dan merilis game-game mereka secepatnya.
Contoh Game Engine
Banyak sekali game engine yang ada sekarang ini mulai dari yang gratis sampai yang berbayar. Berikut contoh 10 game engine yang bagus berdasarkan banyaknya review yang ada pada situs DevMaster.net tersebut.
A. Game engine gratis
- OGRE
- Concos2d
- Panda3D. Contoh game-nya : Pirates of the Caribbean Online.
- Crystal Space
- jME
- Blender Game Engine
- Reality Factory
- The Nebula Device 2
- RealmForge
- OpenSceneGraph
- Irrlicht
B. Game engine berbayar
- C4 Engine
- Torque Game Engine
- 3DGameStudio
- TV3D SDK 6.5
- Leadwerks Engine 2
- Unity. Contoh game-nya : Tiger Woods PGA Tour Online.
- DX Studio
- NeoAxis Engine
- Visual3D.NET Game Engine
- Esenthel Engine
Unity Vs Unreal Engine
1. Orientasi grafis
1. Orientasi grafis
Unreal engine di tunjukkan untuk game 3D
Karena skala pengembangan yang besar dan melihat beragam fitur yang ditawarkan setiap revisinya, sudah jelas bahwa Unreal Engine 4 lebih diorientasikan untuk game 3D dengan grafik yang memukau, ditambah dengan fitur-fitur yang memudahkan pengembang mengimprovisasi engine dalam beberapa klik pada mouse. Walau demikian, Unreal Engine 4 tetap mendukung pengembangan game 2D dan platform mobile, hanya saja pengembangan game 2D di Unreal Engine 4 sedikit peminatnya.
Unity lebih diorientasikan untuk game 2D
Unity lebih diorientasikan untuk game 2D, tapi ini hanya berlaku untuk pengembang dengan skill tingkat menengah ke bawah. Karena untuk membuat game 3D yang bagus dengan Unity tanpa melukai mata pemain, kamu harus bisa mengimprovisasi Unity, mulai dari teknik rendering, manipulasi material, hingga membuat shader yang tepat. Untuk tingkat pemula atau pengembang dengan modal waktu yang terbatas, hal ini cukup sulit untuk dilakukan. Jadi, kalau kamu masih belum bisa menulis shader dan meracik material dengan C#, sebaiknya gunakan Unity untuk keperluan game 2D dan game mobile mid-end, daripada melukai mata pemain dan membuatmu diejek di internet.
2. Pemrograman
Unreal engine menggunakan blueprint dan C++
2. Pemrograman
Unreal Engine 4 menggunakan sistem visual scripting yang dijuluki Blueprint. Dengan Blueprint, memungkinkan kamu merancang (bahkan membuat game siap main) logika dan perintah untuk game kamu, dengan memasangkan “kepingan” perintah tanpa menulis sebaris kode. Tidak cuma untuk merancang gameplay, Blueprint juga bisa membantu kamu meracik animasi untuk karakter kamu, membuat material, dan juga membuat shader untuk efek grafis pada game kamu. Ini sangat berguna bagi kamu yang belum bisa ngoding, atau lebih jago di bidang lain (seperti ilustrasi atau animasi) tapi ingin membuat game dengan kualitas yang bagus. Walaupun demikian, kamu juga bisa menggunakan C++ untuk memprogram gameplay pada proyek kamu. Pemrograman C++ berguna kalau kamu ingin membuat fungsi yang lebih rumit dan tidak cukup menggunakan Blueprint, dan sepengetahuan saya, pemrograman C++ di Unreal Engine 4 tidak jauh beda dengan pemrograman lewat Blueprint dalam hal cara kerja dan perintah-perintahnya. Hanya saja waktu compile C++ pada Unreal Engine 4 lebih lambat pada komputer yang tidak cukup kuat, dan kalau komputer kamu belum cukup kuat, sebaiknya gunakan Blueprint, lalu rancanglah kode C++ berdasarkan Blueprint yang kamu buat.
Unity menggunakan C#
Unity mengandalkan pemrograman C# untuk hampir semua hal, mulai dari gameplay hingga pembuatan shader. Untuk pembuatan gameplay game 2D, C# pada Unity cukup mudah untuk dipelajari dan ditulis, asalkan kamu memiliki pengetahuan dasar dalam pemrograman C#. Kalau kamu belum bisa ngoding tapi ingin menggunakan Unity, sebaiknya pelajari C#, karena Unity tidak menyajikan visual scripting seperti Unreal Engine 4.
3. Fitur yang ditawarkan
Unreal engine lebih banyak menyajikan fitur siap pakai
Dengan memasang Unreal Engine 4, kamu sudah mendapatkan berbagai macam fitur dan peralatan yang sering digunakan oleh pengembang besar, siap untuk kamu manfaatkan semaksimal mungkin. Bagaimana dengan Marketplace-nya? Marketplace Unreal Engine 4 lebih banyak menyajikan asset jadi dan plug-in yang lebih kompleks. Ditambah dengan fakta bahwa Unreal Engine 4 tidak dibagi-bagi berdasarkan edisi, sehingga semua yang menggunakan Unreal Engine 4 mendapatkan rentetan fitur yang sama. Namun, dengan segudang fitur yang ditawarkan Unreal Engine 4, membuat pengembang game kesulitan mengusung gaya oldskool (meniru gaya game-game jadul) ataupun membuat game dengan skala yang lebih kecil, karena fitur-fitur yang ada bisa menghasilkan ukuran build yang besar.
Dan fitur-fitur vanilla pada Unity inilah yang membuat reputasi Unity memburuk. Kebanyakan game murahan dibuat dengan Unity edisi Personal, dan edisi Personal menghilangkan kemampuan untuk menyembunyikan logo Unity saat game dibuka. Logo Unity tidak tampak pada game-game Unity yang berkualitas (seperti Cities Skylines dan Cuphead), sehingga membuat nama Unity dikaitkan dengan game-game jelek dan murahan. Unity tidak banyak menyajikan fitur-fitur penunjang siap pakai, sehingga kebanyakan pengembang indie yang menggunakan Unity belum mampu membuat fitur-fitur tambahan yang bisa membuat game terlihat lebih bagus. Namun, kurangnya fitur siap pakai pada Unity bisa memudahkan pengembang yang lebih berpengalaman bereksperimen dengan berbagai macam gaya, terutama pengembang yang ingin mengusung game 2D dan game 3D dengan gaya oldskool. Atau bahkan meniru gaya kartun era 1930-an! Hal ini juga memungkinkan pengembang yang ingin membuat game dengan skala lebih kecil, karena kurangnya fitur siap pakai pada Unity menghasilkan ukuran build yang lebih kecil.
4. Spesifikasi
Unreal Engine 4 (direkomendasikan):
- Komputer Windows atau Mac
- Windows 7 64-bit atau Mac OS X 10.9.2 atau versi lebih baru
- CPU Intel atau AMD quad-core, 2.5 GHz or lebih
- GPU NVIDIA GeForce 470 GTX or AMD Radeon 6870 HD atau yang lebih kuat
- RAM 8 GB atau lebih
- Ruang pada hard disk minimal 30 GB
- Windows 7 SP1+, 8, 10, 64-bit; Mac OS X 10.9+
- CPU dengan kompatibilitas SSE2
- GPU dengan kompatibilitas dengan DirectX 10
- RAM 2 GB atau lebih
- Ruang pada hard disk minimal 4 GB
- Berbeda dengan Unreal Engine, untuk pengembangan ke platform mobile, kamu harus punya:
- OS: Komputer Mac dengan OS X versi 10.9.4 dan Xcode 7.0 atau yang lebih baru.
- Android: Android SDK dan Java Development Kit (JDK); IL2CPP membutuhkan Android NDK.
- Universal Windows Platform: Windows 10 (64-bit), Visual Studio 2015 dengan C++ Tools dan Windows 10 SDK
REFERENSI
- Mandalamaya (29 Desember 2014). Pengertian Game Menurut Para Ahli. Diperoleh 15 Maret 2019. Dari http://www.mandalamaya.com/pengertian-game-menurut-para-ahli/
- Hanif Amrullah (10 September 2016). Pengertian Game Engine, beserta Jenis – Jenis Game Engine. Diperoleh 15 Maret 2019. Dari http://hanifamrullah20.blogspot.com/2016/09/pengertian-game-engine-beserta-jenis.html
- Rana Alfiandy (24 Juni 2018). Unreal Engine Atau Unity. Diperoleh 15 Maret 2019. Dari https://mediaformasi.com/2018/06/unreal-engine-atau-unity/#.XIut_igzZEY
Komentar
Posting Komentar