DIGITAL DEVIDE
Pengertian
Digital
devide atau kesenjangan digital adalah kesenjangan antara individu, rumah
tangga, bisnis, (atau kelompok masyarakat) dan area geografis pada tingkat
sosial ekonomi yang berbeda dalam hal kesempatan atas akses teknologi informasi
dan komunikasi/TIK (information and communication technologies/ ICT) atau
telematika dan penggunaan internet untuk beragam aktivitas.
Istilah
digital divide atau kesenjangan digital mulai dikenal pada pertengahan tahun
1990. Kesenjangan digital merupakan suatu cara untuk mendeskripsikan perbedaan
antara orang yang bisa mengakses internet dengan orang yang tidak mengakses
internet. Terdapat beberapa karakteristik yang dapat membantu untuk memahami
kesenjangan digital, yaitu pendapatan, umur, jenis kelamin, ras, etnis,
pendidikan, latar belakang bahwa sa, dan wilayah geografis. Norris dalam
Digital Divide: Civic Engagement, Information Poverty, and the Internet
Worldwide (2001:68) menjelaskan bahwa ada tiga dimensi yang menggambarkan
tentang kesenjangan digital, yaitu kesenjangan sosial, kesenjangan global dan
kesenjangan demokratis.
Penyebab Terjadinya Digital Devide
· Infrastruktur
Infrastruktur merupakan sebuah fasilitas
pendukung kelancaran dalam mengakases suatu teknologi. Sebagai
contoh mengenai kesenjangan infrastruktur ini, orang yang punya akses ke
komputer bisa bekerja dengan cepat mengerjakan tugasnya dibanding orang yang
masih menggunakan mesin ketik manual.
·
Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM)
Sumber daya manusia sangat berpengaruh
dalam dunia ilmu teknologi dan informasi karena SDM ini menentukan biasa
tidaknya seorang mengoperasikan atau mengakses sebuah informasi.
· Kondisi
Ekonomi
Kondisi ekonomi masyarakat juga
mempengaruhi timbulnya digital divide.
Ketika mereka hanya memiliki penghasilan yang hanya cukup digunakan untuk
keperluan sehari- hari , mereka tidak pernah berpikir untuk menggunakan
teknologi informasi dan komunikasi. Dan sebagian dari mereka sudah merasa puas
jika mereka dapat makan dengan penghasilan yang mereka dapatkan.
Kaitan Digital Devide
dengan E-Government
Inpres No.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan
dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government menyebutkan bahwa tuntutan
perubahan merupakan motivasi E-Government. E-Government sendiri merupakan
pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pemerintahan (E-Government)
akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas
penyelenggaraan pemerintahan. Sehinnga pada Inpres No.3 Tahun 2003 tentang
Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government pasal 5 menyebutkan
bahwa “Dengan demikian pemerintah harus segera melaksanakan proses transformasi
menuju E-Government. Melalui proses transformasi tersebut, pemerintah dapat
mengoptimasikan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi untuk mengeliminasi
sekat-sekat organisasi birokrasi, serta
membentuk jaringan sistem manajemen dan proses kerja yang memungkinkan
instansi-instansi pemerintah bekerja secara terpadu untuk menyederhanakan akses
ke semua informasi dan layanan publik yang harus disediakan oleh pemerintah.
Dengan demikian seluruh lembaga-lembaga
negara, masyarakat, dunia usaha, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya dapat
setiap saat memanfaatkan informasi dan layanan pemerintah secara optimal. Untuk
itu dibutuhkan kepemimpinan yang kuat di masing-masing institusi atau unit
pemerintahan agar proses transformasi menuju e-governmentdapat dilaksanakan
dengan sebaik-baiknya.”
Dampak Postif Digital
Devide
Dampak positif kesenjangan digital bagi
sebagian orang yang belum mengenal atau menerapkan teknologi adalah masyarakat
dapat termotifasi untuk ikut ambil bagian dalam peningkatan teknologi
informasi. Teknologi informasi merupakan teknologi masa kini yang dapat
menyatukan atau menggabungkan berbagai informasi, data dan sumber untuk
dimanfaatkan sebagai ilmu bagi kegunaan seluruh umat manusia melalui penggunaan
berbagai media dan peralatan telekomunikasi modern.
Dengan menggunakan berbagai media,
peralatan telekomunikasi dan computer canggih, Teknologi Informasi akan terus
berkembang dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan dan
peradaban umat manusia di seluruh dunia. Kemajuan peradaban manusia di bidang
ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad informasi ini telah memudahkan manusia
berkomunikasi antara satu dengan lainnya.
Dampak Negatif Digital
Devide
Munculnya digital divide sangat
berpengaruh dalam semua bidang kehidupan masyarakat dan membawa dampak negatif
bagi mereka yang belum menikmati teknologi informasi dan komunikasi tersebut.
Bagi mereka yang mampu menghasilkan teknologi dan sekaligus memanfaatkan
teknologi memiliki peluang besar untuk mengelola sumber daya ekonomi, sementara
yang tidak memiliki teknologi harus puas sebagai penonton saja. Sehingga yang
kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Dampak ini juga jelas
terlihat dari kualitas pendidikan. Kesenjangan ini akan mengakibatkan orang
yang tidak mengerti TIK akan jauh tertinggal dengan mereka yang sudah
mengenalnya sehingga pendidikan tidak merata.
Kesenjangan digital berdampak kepada
kesenjangan sosial. Chen dan Welman mengungkapkan bahwa kelompok sosial dan
negara yang berada di kelompok yang salah dalam kesenjangan dijital dapat
terkucilkan dari ekonomi pengetahuan. Dengan kata lain, jika kesenjangan yang
telah ada sebelumnya membuat orang tidak dapat menggunakan komputer dan
Internet, kesenjangan ini semakin hari semakin meningkat karena pemanfaatan internet semakin tinggi
misalnya untuk mencari pekerjaan, mencari informasi, dan terlibat dalam
kegiatan sipil maupun kewirausahaan
Solusi Mengurangi
Digital Devide
Langkah yang terbaik untuk mengurangi
kesenjangan digital adalah menyiapkan masyarakat untuk bisa menangani,
menerima, menilai, memutuskan dan memilih informasi yang tersedia. Penyiapan
kondisi psikologis bagi masyarakat yang menerima, menilai, memutuskan dan
memilih informasi bagi diri merka sendiri akan lebih efektif dan mendewasakan
masyarakat untuk bisa mengelola informasi dengan baik. Pembangunan fasilitas
telekomunikasi antara kota dan desa, dan memprioritaskan pembangunan ICT di
pedalaman. Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris karena materi di Internet
hampir semuanya dalam bahasa Inggris merupakan salah satu upaya untuk
mengurangi kesenjangan digital. .Selain itu setiap negara harus memilki
peraturan yang mengatur tentang sikap dalam menggunakan komputer dan internet.
Harus bisa membedakan waktu antara bermain internet dengan waktu untuk
berkomunikasi secara langsung dengan orang-orang sehingga tidak membuat
seseorang terlalu memperhatikan kehidupannya yang berada di dunia maya.
Pembangunan fasilitas telekomunikasi
antara kota dan desa, sehingga setiap masyarakat yang ingin mengakses informasi
dapat tercapai dengan tersedianya fasilitas telekomunikasi yang memadai. Wartel
dan Warnet memainkan peranan penting dalam mengurangi digital divide. Warung
Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas
jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa.
Komentar
Posting Komentar