VIDEO GAMES
1. Definisi Games
Game
berasal dari bahasa inggris yang berarti dasar permainan. Permainan disini
merupakan pengertian kelincahan intelektual ( Intellectual Playability Game)
yang bisa diartikan sebagai tempat keputusan dan aksi pemainnya. Dalam game,
ada target-target yang ingin dicapai oleh pemain. Target-target inilah yang
kemudian membuat para pemain menjadi kecanduan.
Permainan
adalah sebuah sistem dimana pemain terlibat dalam konflik buatan. Disini pemain
berinteraksi dengan sistem dan konflik dalam permainan yang merupakan buatan
dari para programmer. Dalam permainan, terdapat peraturan yang bertujuan untuk
membatasi dan menentukan pemain. Permainan bertujuan untuk menghibur, baik
anak-anak maupun orang dewasa. Game atau permainan sebenarnya penting untuk
perkembangan otak. Selain itu, game juga dapat meningkatkan konsentrasi,
melatih memecahkan masalah dengan tepat dan cepat karena dalam game
terdapat berbagai konflik atau masalah yang menuntut kita untuk
menyelesaikannya dengan cepat dan tepat. Tetapi game juga dapat merugikan kita
apabila terlalu sering bermain hingga ketergantungan dan lupa akan segalanya.
2. Sejarah Perkembangan Game
2.1 Generasi Pertama
Pada tahun 1972, pada saat itu orang belum mengenal
konsol atau game komputer, yang mereka tahu adalah video game, yaitu sebuah
permainan elektronik yang menampilkan gambar bergerak (video). Sebuah
perusahaan bernama Magnavox meluncurkan video game pertama, yaitu Odyssey.
Tidak lama setelah itu sebuah game
arcade legendaris Atari berjudul “Pong” muncul. Pong merupakan sebuah game
sederhana yang mengambil konsep permainan tenis, satu bola dan 2 papan di kiri
dan kanan, pemain sebisa mungkin harus berusaha mengembalikan bola ke daerah
lawan. Atari merilis Pong dalam bentuk sebuah mesin ding dong bernama Sears.
2.2 Generasi
Kedua
Dalam sejarah komputer dan video game, generasi kedua
(biasa disebut sebagai awal era 8 bit atau kurang lebih 4 bit era). Di
era generasi kedua ini yang menjadi primadona konsol game adalah konsol game
ATARI.
Pada tahun 1976, Fairchild mencoba
menghidupkan kembali dunia video game dengan menciptakan VES (Video
Entertainment System). VES adalah mesin pertama yang disebut ”konsol”. Konsol
ini menggunakan kaset magnetik yang disebut cartridge. Konsep ini kemudian
diikuti oleh beberapa produsen lain, termasuk Atari, Magnavox, dan RCA, ketiga
perusahaan tersebut juga merilis konsol serupa.
2.3 Generasi Ketiga
Generasi ketiga dimulai pada tahun 1983 dengan
dipasarkannya Jepang Family Computer atau lebih dikenal dengan nama
FAMICOM(kemudian dikenal sebagai Nintendo Entertainment System di seluruh dunia).
Pada tahun 1983, perusahaan bernama Famicom (Jepang)
menciptakan sebuah konsol bernama Famicom/Nintendo Entertainment System (NES)
dirilis di akhir 1983. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi resolusi
tinggi untuk pertama kalinya. Nintendo memiliki chip pengaman pada cartridge
game mereka, dengan demikian seluruh game yang akan dirilis haruslah seijin
developer Nintendo. Dan akhirnya, muncul sebuah game legendaris, Super Mario.
Walaupun konsol generasi sebelumnya juga menggunakan
8-bit processor, pada akhir generasi inilah konsol rumah yang pertama kali
diberi label oleh mereka “bit”. Ini juga masuk ke mode sebagai sistem 16-bit
seperti Mega Drive / Genesis dipasarkan untuk membedakan antara generasi
konsol.
2.4 Generasi
Keempat.
Generasi keempat atau biasa disebut dengan era 16
bit,pada generasi ini NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, dan sebuah
perusahaan bernama Sega mencoba menyaingi Nintendo.
Pada tahun 1988, NES mendapat sambutan hangat di
seluruh dunia, dan Sega mencoba menyaingi Nintendo. Sega merilis konsol
next-generation mereka, Sega Mega Drive (yang juga dikenal dengan Sega
Genesis). Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih
halus dibanding NES. Konsol ini cukup berhasil memberi tekanan, tetapi NES
tetap bertahan dengan angka penjualan tinggi.
Pada tahun 1990, Nintendo kembali
menggebrak dengan konsol next-gen mereka, SNES (Super Nintendo Entertainment
System). Selama 4 tahun, Nintendo dan Sega menjadi bebuyutan, meskipun ada
beberapa produsen seperti SNK dengan NeoGeo-nya, NEC dengan TurboGrafx-16 dan
Phillips CD-i, tapi kedua konsol mereka begitu handal dan populer.
2.5 Generasi
Kelima
Generasi kelima atau disebut juga dengan era konsol 32
bit. dimana konsol game yang paling populer pada generasi ini adalah Sony
Playstation.
1990-1994, Sega dan Nintendo tetap bersaing. Berbagai game fenomenal
dirilis. SNES menyertakan chip Super FX pada cartridge mereka, dan Sega
menggunakan Sega Virtua Processor, keduanya bertujuan untuk meningkatkan
kualitas grafis dari game. Alhasil, SNES dan Sega saling beradu dengan
game-game keren seperti Donkey Kong Country (SNES) dan Vectorman (Sega).
1993, sebuah perusahaan ternama, Panasonic, merilis
konsolnya yang bernama Panasonic 3DO. Ini adalah konsol pertama yang
menggunakan CD sebagai pengganti cartridge. Harganya yang sangat mahal membuat
konsol ini tidak populer, 3DO tidak bertahan lama dan harus segera menghentikan
produksinya.
Pada tahun 1994, Atari
kembali meluncurkan konsol baru untuk menandingi Nintendo dan Sega. Atari
Jaguar jelas jauh lebih canggih ketimbang NES maupun Mega Drive, tetapi
penggunaannya yang sulit menjadi batu sandungan, belum lagi, pada tahun yang
sama, Sony merilis konsol super legendaris, PlayStation. Atari bangkrut dan
akhirnya melakukan merger. Konsol basis CD yang pertama kali menuai sukses
adalah Sony PlayStation. PlayStation yang juga disebut PS-One merupakan konsol
terlaris sepanjang masa. Sega dan Nintendo tampaknya menyadari ketertinggalan
mereka dari Sony. Sega kemudian merilis Sega Saturn, dan Nintendo mengeluarkan
Nintendo 64.
2.6
Generasi Keenam
Pada tahun 1998, Setelah jatuhnya Nintendo dan Sega,
kini dunia konsol jadi milik Sony. PlayStation menjadi raja dan bisa dibilang
tidak memiliki pesaing. Sega mencoba meluncurkan Sega Dreamcast untuk
mematahkan dominasi Sony, tetapi kembali gagal, akhirnya pada tahun itu juga,
Sega mengundurkan diri dari dunia produsen konsol.
2000, Sony semakin ’merajalela’ ketika mereka berhasil
merilis konsol barunya, PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD. Nintendo
mencoba bertahan di dunia konsol dengan merilis GameCube. Konsol ini tidak
menggunakan DVD 12 cm biasa, melainkan DVD yang berukuran lebih kecil, yaitu 8
cm. Ukuran keping medianya yang lagi-lagi nyeleneh membuat GameCube kurang
populer. Satu-satunya pesaing serius PlayStation 2 adalah Xbox. Sebuah konsol
keluaran Microsoft ini menggebrak dengan tampilan visual yang sangat tajam dan
berkualitas yang kala itu lebih menarik dibanding dengan PlayStation 2. Sayangnya
game-game Xbox ternyata tidak sepopuler PlayStation 2.
2.7 Generasi
Ketujuh
2005, Pada saat Sony masih melakukan riset untuk
konsol PlayStation 3 yang menggunakan Blu-Ray, Microsoft kali ini telah
mengambil seribu langkah lebih cepat. Xbox 360, konsol generasi terkini yang
memanfaatkan media HD-DVD.
2006, Xbox 360 hadir dengan segudang fitur istimewa,
mulai dari grafis, hingga titel-titel game terkenal. Apalagi, Xbox Live semakin
disempurnakan, dan mendapat sambutan luar biasa dari para gamer. Kali ini,
giliran Sony yang terlambat. PlayStation 3 dirilis pada November 2006, selang
seminggu sebelum Nintendo meluncurkan terobosannya, yaitu Nintendo Wii. Posisi
PlayStation 3 kurang menguntungkan, selain karena Xbox 360 sudah keburu tenar
duluan, Wii juga menawarkan inovasi pada stik kontrol mereka yang ’motion
sensitive’. Apalagi, harga konsol terbaru Sony itu merupakan yang paling mahal
dibanding dua pesaingnya. Alhasil, penjualan PlayStation 3 menjadi yang
terendah di bawah Xbox 360 dan Wii.
3. Jenis – Jenis Game :
3.1 Jenis – jenis game berdasarkan alat yang digunakan :
1. Arcade
Games:
Game yang sering disebut ding-dong
di Indonesia. Memiliki box atau mesin yang memang khusus di desain untuk jenis
video games tertentu dan memiliki fitur yang dapat membuat pemainnya lebih
merasa “masuk” dan “menikmati”, seperti pistol, kursi khusus, sensor gerakan,
sensor injakan, dan stir mobil.
2. PC Games:
Yaitu video games yang dimainkan
menggunakana Personal Computers.
3. Console
Games:
Video games yang dimainkan dengan
menggunakan console tertentu. Seperti Playstation 2, XBOX 360, dan Nintendo Wii
4. Handheld
games:
Games yang dimainkan di console
khusus video games yang dapat dibawa kemana-mana. Contohnya seperti PSP dan
Nintendo DS
5. Mobile
games:
Game yang dapat dimainkan atau
khusus untuk mobile phone
3.2 Jenis
Game Berdasarkan Jenis Permainannya.
1.
Aksi – Shooting:
video game jenis
ini sangat memerlukan kecepatan refleks, koordinasi mata-tangan, juga timing,
inti dari game jenis ini adalah tembak, tembak dan tembak.
2.
Fighting:
Inti dari game
ini adalah penguasaan jurus. Pemain dituntut utuk mengenali setiap karakter
tokoh lawan main yang ada di dalamnya. Contohnya pada game Seri Street Fighter,
Tekken, Mortal Kombat, Soul Calibur dan King of Fighter.
3.
Aksi Petualangan:
Game ini telah
berkembang hingga menjadi genre campuran action beat-em up, dan sekarang, di
tahun 2000 an, jenis ini cenderung untuk memiliki visual 3D dan sudut pandang
orang ke-tiga. Tomb Rider, Grand Theft Auto dan Prince of Persia termasuk
didalamnya.
4.
Petualangan:
Bedanya dengan
jenis video game aksi-petualangan, refleks dan kelihaian pemain dalam bergerak,
berlari, melompat hingga memecut atau menembak tidak diperlukan di sini. Video
Game murni petualangan lebih menekankan pada jalan cerita dan kemampuan
berpikir pemain dalam menganalisa tempat secara visual, memecahkan teka-teki
maupun menyimpulkan rangkaian peristiwa dan percakapan karakter hingga
penggunaan benda-benda tepat pada tempat yang tepat.
5.
Simulasi, Konstruksi, dan Manejemen:
Game jenis ini
menggambarkan sesuatu dalam dunia nyata seperti membangun rumah, gedung hingga
kota, mengatur pajak dan dana kota hingga keputusan memecat atau menambah
karyawan. Video Game jenis ini membuat pemain harus berpikir untuk mendirikan,
membangun dan mengatasi masalah dengan menggunakan dana yang terbatas. Contoh:
Sim City, The Sims, Tamagotchi.
6.
Role Playing
Game jenis ini
sesuai dengan terjemahannya, yaitu bermain peran. Memiliki penekanan pada tokoh
di dalam permainan, yang biasanya adalah tokoh utama dalam cerita itu. Seperti
Final Fantasy, Dragon Quest dan Xenogears.
7.
Strategi
Kebalikan dari
video game jenis action yang berjalan cepat dan perlu refleks secepat kilat,
video game jenis strategi, layaknya bermain catur, justru lebih memerlukan
keahlian berpikir dan memutuskan setiap gerakan secara hati-hati dan terencana
8.
Puzzle
Video game jenis
ini sesuai namanya berintikan mengenai pemecahan teka-teki, baik itu menyusun
balok, menyamakan warna bola, memecahkan perhitungan matematika, melewati
labirin, sampai mendorong-dorong kota masuk ke tempat yang seharusnya, itu
semua termasuk dalam jenis ini. Sering pula permainan jenis ini adalah juga
unsur permainan dalam video game petualangan maupun game edukasi. Tetris, Minesweeper,
Bejeweled, Sokoban dan Bomberman.
9.
Simulasi Kendaraan
Video Game jenis
ini memberikan pengalaman atau interaktifitas sedekat mungkin dengan kendaraan
yang aslinya, meskipun terkadang kendaraan tersebut masih eksperimen atau
bahkan fiktif, tapi ada penekanan khusus pada detil dan pengalaman realistik
menggunakan kendaraan tersebut.
10.
Olahraga
Game disini
dibuat semirip mungkin dengan permainan aslinya, seperti NBA JAM. Contohnya pun
jelas, Seri Winning Eleven, seri NBA, seri FIFA, John Madden NFL, Lakers vs
Celtics, Tony hawk pro skater, dll.
4. Dampak Berman Game
4.1 Dampak
Positif
a. Penghilang
rasa jenuh.
b. Membuat
orang semakin pintar.
c. Makin
cekatan.
d. Mengenal hal
– hal baru.
e. Meningkatkan
kemampuan bersosialisasi.
4.2 Dampak
Negatif
a. Menjadi
Kecanduan.
b. Menjadi
Malas.
c. Bisa
menjadi bodoh jika main tidak teratur.
d. Selalu
memikirkan soal game.
e. Banyak
sekali game yang mengandung kekerasan dan tidak layak untuk dilihat anak kecil.
f. Selalu
ingin meniru yang terjadi di dalam game.
g. Menjadi
lebih boros karena sudah kecanduan dan membeli banyak game.
Komentar
Posting Komentar