DIGITAL TELEVISION
Pada
dasarnya digital television ini merupakan suatu jenis terobosan penyiaran
televisi yang inovatif yang merubah proses transfer data analog menjadi
transfer digital. Proses penyiaran (transfer data dari server ke Televisi)
dilakukan melalui udara dan dikirimkan melalui bit data seperti transfer data
pada komputer. Teknologi ini tentunya bukanlah hal yang terlalu baru. Akan
tetapi, hal yang menarik adalah proses penyiaran ini dapat menghasilkan gambar
dengan kualitas yang bagus atau dikenal dengan HDTV (high definition TV).
1. Sejarah Digital Television.
Konsep dan teknologi mengenai digital Televison ini
bukanlah sesuatu yang terlalu hebat apabila kalau hanya kita titik beratkan
pada proses transfer datanya. Hal yang menjadi titik utamanya adalah bagaimana
memadukan konsep teknologi transfer data ini dengan hasil output berupa gambar
yang berkualitas tinggi pada televisi. Hal inilah yang akhirnya menimbulkan
persaingan teknologi antara dua negara adidaya dalam hal teknologi, yakni
America dan Jepang.
Teknologi HDTV ini pertama kali
dikembangkan di Jepang, mereka mampu menggunakan teknologi pada tahun 1992
walaupun sebenarnya teknologi ini belum mampu digunakan secara massal di
Jepang. Melihat perkembangan ini, negeri Paman Sam tentu saja tidak mau kalah
dan melakukan berbagai riset untuk mampu menggunakan teknologi ini. Usaha yang
dilakukan mereka berhasil, hal ini terbukti lewat keluarnya peraturan
pemerintah di Amerika untuk mematikan semua saluran analog pada pada tanggal 17
Februari 2009 dan menggantinya dengan siaran dalam bentuk digital secara
eksklusif.
2.
Jalur Distribusi Digital Television & Produktivitasnya.
·
Distribusi
1. Satellite
Media distribusi menggunakan satellite merupakan media distribusi yang akan
mampu menghubungkan dunia pertelevisian digital secara global. Distribusi
dengan satellite ini menggunakan layanan satelit digital. Satelit televisi ini
bekerja dengan menghubungkan sinyal dari stasiun bawah ke pemancar stasiun yang
berada diatas. Jangkauan satelit ini sangat luas dan bisa mencakup wilayah
hingga antar benua. Hal ini dimanfaatkan oleh stasiun-stasiun tv yang ada untuk
menyiarkan tayangannya kesluruh penjuru dunia, misalnya saja al-Jazeera.
2. Cable
Usia televisi dengan distribusi kabel dalam versi analog hampir sama dengan
usia dari televisi semenjak pertama kali ditemukan. Distribusi melalui jalur
kabel ini artinya adalah menghubungkan televisi yang ada dirumah dengan server
yang ada melalui kabel-kabel (baik kabel yang dipasang dibawah tanah maupun
yang ada di tiang-tiang listrik).
Distribusi melalui kabel ini sudah lebih dahulu digunakan sebelum
digunakannya jalur distribusi satellite. Distribusi ini masih digunakan sampai
sekarang untuk menyiarkan beberapa stasiun televisi yang berbayar. Tetapi,
seiring dengan perkembangan teknologi yang ada, layanan yang digunakan untuk
siaran tv berbayar pun sekarang menggunakan media satellite yang transfer
datanya di proteksi agar tidak semabrang orang bisa mengakses kecuali dengan
alat receiver (penerima sinyal) tertentu. Salah satu stasiun televisi yang
sukses sebagai pelopor pengguna jalur distribusi ini adalah HBO yang
mengorbitkan acaranya pada tahun 1970 an di Amerika serikat.
3. Web Based Digital
Television
Perkembangan pesat yang
ada pada dunia internet pada akhirnya berhasil dikombinasikan dengan layanan
televisi digital. Pada jalur distribusi televisi digitalyang berbasis web ini,
Sekarang bisa mengakses berbagai macam layanan yang ada pada televisi digital
dengan menggunakan internet sebagai penghubungnya.
Jalur distribusi ini mungkin merupakan jalur distribusi yang mempunyai
prospek yang paling cerah. Hal ini dikarenakan sistem distribusi ini mempunyai
banyak keunggulan dibanding jalur distribusi yan lain. Jika pada jalur
distribusi kabel dan satellite, produk yang dijual oleh stasiun yang
bersangkutan hanya murni apa yang mereka siarkan saat itu, sedangkan dengan
menggunakan jalur distribusi yang berbasis web ini, si pihak produsen akan
menampilkan siaran televisinya di website dan menambahkan berbagai macam
layanan informasi online lainnya.
4. DVD
DVD merupakan salah
satu terobosan baru dalam dunia distribusi televisi digital. DVD merupakan
media yang digunakan untuk media perekaman video-video digital yang ada. Dengan
kegiatan perekaman dapat mendokumentasikan berbagai macam video digital yang menarik.
keberadaan DVD ini juga mampu memfasilitasi penyebaran berbagai macam informasi
digital yang ada di saluran televisi. maksudnya begini, terkadang kita
menemukan sebuah acara televisi luar negeri yang bagus. Akantetapi ,karena
kendala bahasa kita tidak dapat mengerti informasi yang disampaikan dengan
baik. hal ini dengan baik dimanfaatkan oleh produsen acara televisi tersebut
untuk merekam acaranya kedalam DVD dan dilengkapi berbagai subtitle dari
bebagai macam bahasa yang ada dan kemudian dijual kepada masyarakat dari
berbagai negara.
·
Production
Perkembangan teknologi video digital dimulai pada
pertengahan tahun 1980 an yang dipelopori oleh Sony Digital Betcam. Tetapi, hal
ini baru bisa dinikmati oleh para konsumen secara massal pada tahun 1990 an
setelah kemunculan Apple Quick time serta MPEG-1 dan MPEG-2 yang dipadukan
dengan standar pemutaran video yang telah dikembangkan.
Teknologi video digital ini akhirnya mampu dikombinasikan dengan berbagai
macam media perekaman digital yang ada saat ini, misalnya VCD, DVD serta
teknologi perekaman terbaru yang ada saat ini yakni Blue-Ray. Kombinasi antara
keduanya ini mampu memberikan dampak yang signifikan pada jumlah produksi film
yang ada. hal ini dikarenakan media perekaman yang ada saat ini biayanya sangat
murah apabila kita bandingkan dengan media perekaman digital sebelumnya yang
menggunakan produksi 35 mm.
3. Perbedaan TV Digital dan TV Analog
Televisi
Analog/TV Analog merupakan televisi yang hanya dapat memproses sinyal analog.
Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan
atau frekuensi dari sinyal. Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC
(National Television System Committee), PAL, dan SECAM.
Sedangkan
Televisi Digital/ TV Digital merupakan televisi dapat memproses sinyal digital
dan sinyal analog. Televisi digital merupakan perkembangan dari
sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal
digital berbentuk bit data seperti komputer.
Perbedaan
yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi analog dan digital
terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar. Pada sistem analog, semakin
jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal yang akan ditimbulkan akan melemah
dan penerimaan gambar dari stasiun menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan pada
sistem digital, kebalikan dari analog. Siaran gambar yang jernih akan dapat
dinikmati sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.
· Proses Penerimaan ke
Pengguna
Pada proses penerimaan ke pengguna, perbedaan TV Analog dan TV Digital
yaitu seperti berikut:
Pada TV Analog, untuk mendapatkan siaran televisi digunakan alat
penangkap sinyal yang disebut antena. Pada siaran televisi analog, semakin jauh
letak antena dari stasiun pemancar televisi, sinyal yang diterima akan melemah
dan mengakibatkan gambar yang diterima oleh pesawat televisi menjadi buruk dan
berbayang.
Sedangkan pada TV Digital, proses penerimaan sinyal gambar, suara,
dan data yaitu menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi.
Modulasi itu sendiri adalah proses perubahan suatu gelombang periodik sehingga
menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Dengan proses modulasi,
suatu informasi (biasanya berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan ke dalam suatu
gelombang pembawa, biasanya berupa gelombang sinus berfrekuensi tinggi.
Peralatan untuk melaksanakan proses modulasi disebut modulator, sedangkan
peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal (kebalikan dari dari proses
modulasi) disebut demodulator dan peralatan yang melaksanakan kedua proses
tersebut disebut modem.
· Cara Produksi
Menurut
cara produksinya, TV Analog dan TV Digital berbeda dalam hal berikut:
Perangkat
TV Analog menggunakan tabung katoda sebagai display, sementara TV Digital
menggunakan panel layar datar seperti LCD, plasma, atau LED. Akibatnya, TV
Analog cenderung lebih besar dan tebal dibandingkan dengan TV Digital. TV
Analog juga mengonsumsi daya yang lebih banyak dibandingkan dengan TV Digital.
Resolusi perangkat TV Digital bisa diatur di angka 480p (SD =
Standar Definition) atau bahkan di 780p atau 1080i / p yang dikenal sebagai HD
atau high definition. HD memungkinkan untuk meningkatkan ukuran TV tanpa
mengorbankan kualitas gambar pada layar. TV Analog menggunakan resolusi SD.
Meskipun telah ada upaya untuk mengimplementasikan HDTV untuk TV Analog, akan
tetapi persyaratan dalam hal bandwidth yang terlalu besar sehingga tidak
mungkin diterapkan.
Dalam produksinya, TV Analog biasanya terbatas pada ukuran di
bawah 30 inci karena membuat ukuran layar lebih besar menimbulkan tantangan
yang lebih besar tanpa keuntungan nyata dalam kualitas gambar. Sementara TV
Digital telah berkembang hingga dapat memiliki layar dengan ukuran lebih dari
50 inci.
4.
Dampak dari Digital Television
Munculnya televisi digital di Indonesia harus
dipikirkan dampak dan konsekuensinya karena selama ini masih banyak masyarakat
yang menggunakan dan terbiasa dengan televisi telivisi analog. Sedikit
ketidaknyamanan yang mau tidak mau harus diterima dengan peralihan ke TV
digital ini adalah :
1. Perlunya pesawat TV baru atau paling tidak kita
perlu membeli TV Tuner baru yang harganya bisa dibilang cukup mahal. Hal
tersebut akan menimbulkan dampak yang besar, mengingat hampir seluruh komponen
pertelevisian di Indonesia masih menggunakan komponen analog, sehingga kemajuan
tekhnologi televisi digital ini dapat mematikan usaha-usaha kecil yang selama
ini telah ada. Karenanya hal ini mewajibkan Pemerintah untuk mensosialisasikan.
2. Mahalnya perangkat transmisi dan operasional
broadcast berbasis tehnologi digital merupakan persoalan tersendiri bagi
kemampuan industri televisi di Indonesia. Bagaimanapun untuk bisa menyiarkan
program secara digital, perangkat pemancar memang harus diganti dengan
perangkat baru yang memiliki sistem modulasi frekuensi secara digital. Untuk
mem-back up operasional sehari-hari saja dengan tingkat persaingan antar sesama
radio dan televisi swasta nasional saja sudah sangat berat, apalagi untuk harus
mengalokasikan sekian persen pemasukan iklan untuk digunakan bagi digitalisasi.
Selain itu, dalam masa transisi, stasiun televisi harus siaran multicast atau
operasional di dua saluran secara paralel: analog dan digital, karena tetap
memberi kesempatan pada masyarakat yang belum dapat membeli televisi digital.
3. Sistem pemrosesan sinyalnya. Pada sistem digital,
karena diperlukan tambahan proses misalnya Fast Fourier Transform (FFT),
Viterbi decoding dan equalization di penerima, maka TV Digital ini akan sedikit
terlambat beberapa detik dibandingkan TV Analog. Ketika TV analog sudah menampilkan
gambar baru, maka TV Digital masih beberapa detik menampilkan gambar
sebelumnya.
4. Bagaimana soal akses pada jaringan media serta
kondisi sistem akses itu sendiri. Persoalan seperti pengaturan decoder TV
digital maupun content media menjadi layak kaji dalam hal ini. Dan akses pada
spektrum frekuensi
5. Bagaimanapun pada era penyiaran digital telah
terjadi konvergensi antarteknologi penyiaran (broadcasting), teknologi
komunikasi (telepon), dan teknologi internet (IT). Dalam era penyiaran digital,
ketiga teknologi tersebut sudah menyatu dalam satu media transmisi. Dengan
demikian akses masyarakat untuk memperoleh ataupun menyampaikan informasi
menjadi semakin mudah dan terbuka
6. Terjadinya migrasi dari era penyiaran analog
menuju era penyiaran digital, yang memiliki konsekuensi tersedianya saluran
siaran yang lebih banyak, akan membuka peluang lebih luas bagi para pelaku
penyiaran dalam menjalankan fungsinya dan dapat memberikan peluang lebih banyak
bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam industri penyiaran ini.
7. Momentum penyiaran digital dapat membuka peluang
yang lebih banyak bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan ekonominya.
Peluang usaha di bidang rumah produksi, pembuatan aplikasi-aplikasi audio,
video dan multimedia, industri senetron, film, hiburan, komedi dan sejenisnya
menjadi potensi baru untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.
8. Televisi di Indonesia telah menjadi alat penting
baik untuk hiburan maupun untuk mendapatkan informasi. Baik televisi digital
maupun analog dalam penyiarannya memiliki kesamaan yaitu memiliki dampak
psikologis terhadap penontonnya. Dengan frekuensi menonton yang tinggi dan
kualitas tontonan yang rendah akan berdampak buruk baik pada orang dewasa
maupun pada pada anak – anak.
9.
Dampak
televisi bagi anak, Bagi orang dewasa, TV merupakan salah satu media instan
untuk mendapatkan informasi. Sedangkan bagi anak-anak, TV bisa jadi teman
setianya di rumah selama ditinggal orang tuanya. Itulah sebabnya stasiun TV
kemudian memasukkan acara anak-anak dalam program mereka.
Komentar
Posting Komentar