PERUBAHAN BUDAYA INDONESIA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perubahan
kebudayaan bertitik tolak dan timbul dari organisasi sosial. Pendapat tersebut
dikembalikan pada pengertian masyarakat dan kebudayaan. Masyarakat adalah
sistem hubungan dalam arti hubungan antar organisasi dan bukan hubungan antar
sel. Kebudayaan mencakup segenap cara berfikir dan bertingkah laku, yang timbul
karena interaksi yang bersifat komunikatif seperti menyampaikan buah pikiran
secara simbolik dan bukan warisan karena keturunan (Davis, 1960). Apabila
diambil definisi kebudayaan menurut Taylor dalam Soekanto (1990), kebudayaan
merupakan kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,
hukum adat istiadat dan setiap kemampuan serta kebiasaan manusia sebagai warga
masyarakat, maka perubahan kebudayaan dalah segala perubahan yang mencakup
unsur-unsur tersebut. Soemardjan (1982), mengemukakan bahwa perubahan sosial
dan perubahan kebudayaan mempunyai aspek yang sama yaitu keduanya bersangkut
paut dengan suatu cara penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam
cara suatu masyarakat memenuhi kebutuhannya.
1.2
Rumusan Masalah
- · Bagaimana perubahan budaya Indonesia ?
- · Bagaimana cara melestarikan budaya Indonesia ?
1.3 Tujuan
Tujuan dari
penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi nilai dari tugas Ilmu Sosial Dasar
tahun ajaran 2017.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perubahan Budaya Indonesia
Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu
kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada
generasi selanjutnya. Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena
memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta memiliki keunikan
tersendiri. Seiring berkembangnya zaman, menimbulkan perubahan pola hidup
masyakat yang lebih modern. Akibatnya, masyarakat lebih memilih kebudayaan baru
yang mungkin dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal.
Banyak faktor yang
menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya
budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal
yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun
pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai
dilupakan.
Faktor lain yang
menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan
budaya lokal. Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa,
budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat
diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya
asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga
membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap
perkembangan di negranya.
Perubahan budaya
yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat
tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat
homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak
dari adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia
secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah
menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa
cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga
melibatkan manusia secara menyeluruh. Misalnya saja khusus dalam bidang hiburan
massa atau hiburan yang bersifat masal, makna globalisasi itu sudah sedemikian
terasa.
2.2
Cara Melestarikan Budaya Indonesia
Bangsa Indonesia
terdiri dari beragam suku bangsa dan unsur kebudayaan yang semua sebagaimana
tersirat dalam Bhineka Tunggal Ika yang artinya “ walaupun berbeda – beda tetap
satu jua “
Kebudayaan lama
atau yang sering disebut kebudayaan asli bangsa indonesia dimana kebudayaan ini
belum terjamah oleh kebudayaan asing merupakan suatu harus tetap kita pertahankan karena ini meryupakan
suatu kebanggaan atau kekayaan bangsa kita, oleh karena itu supay kebudayaan –
kebudayaan asli bangsa indonesia ini tetap ada marilah kita jaga bersama,
adapun cara memelihara kebudayaan asli bangsa indonesia adalah sebagai berikut
:
- ·
Melalui Media Massa
Media massa
mempunyai tugas dan kewajiban–selain menjadi sarana dan prasarana
komunikasi–untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan peristiwa-peristiwa
di dunia ini melalui pemberitaan atau publikasinya dalam aneka wujud (berita,
artikel, laporan penelitian, dan lain sebagainya)–dari yang kurang menarik
sampai yang sangat menarik, dari yang tidak menyenangkan sampai yang sangat
menyenangkan – tanpa ada batasan kurun waktu.
Oleh karenanya,
dalam komunikasi melalui media massa, media massa dan manusia mempunyai
hubungan saling ketergantungan dan saling membutuhkan karena masing-masing
saling mempunyai kepentingan, masing-masing saling memerlukan. Media massa
membutuhkan berita dan informasi untuk publikasinya baik untuk kepentingan
media itu sendiri maupun untuk kepentingan orang atau institusi lainnya; di
lain pihak, manusia membutuhkan adanya pemberitaan, publikasi untuk
kepentingan-kepentingan tertentu.
Televisi sebagai
media publik mempunyai daya tarik yang kuat tidak perlu dijelaskan lagi, kalau
radio mempunyai daya tarik yang kuat disebabkan unsur-unsur kata-kata, musik
dan sound effect, maka televisi selain ketiga unsur tersebut, juga memiliki
unsur visual berupa gambar. Dan gambar ini bukan gambar mati, melainkan gambar
hidup yang mampu menimbulkan kesan yang mendalam pada penonton. Daya tarik ini
selain melebihi radio, juga melebihi film bioskop, sebab segalanya dapat
dinikmati di rumah dengan aman dan nyaman, sedang televisi itu selain
menyajikan film juga programa yang lain seperti seni tradisional. Sesuai
fungsinya, media massa (termasuk televisi), selain menghibur, ada tiga fungsi
lainnya yang cukup penting. Harold Laswell dan Charles Wright (1959) membagi
menjadi empat fungsi media (tiga dicetuskan oleh Laswell dan yang ke empat oleh
Wright). Keempat fungsi media tersebut adalah:
-
Pengawasan
(Surveillance)
-
Korelasi
(Correlation)
-
Penyampaian Warisan
Sosial (Transmission of the Social Heritage)
-
Hiburan
(Entertainment)
- ·
Pementasan –
Pementasan
Walau tidak mudah
upaya-upaya pelestarian budaya kita harus tetap gencar dilakukan dengan
berbagai cara diantaranya adalah pementasan-pementasan seni budaya tradisional
di berbagai pusat kebudayaan atau tempat umum yang dilakukan secara
berkesinambungan. Upaya pelestarian itu akan berjalan sukses apabila didukung
oleh berbagai pihak termasuk pemerintah dan adanya sosialisasi luas dari media
massa termasuk televisi. Maka cepat atau lambat, budaya tradisional kembali
akan bergairah
- ·
Melibatkan peran pemerintah
Mengembalikan peran
aparat pemerintah sebagai pengayom dan pelindung, dan bukan sebaliknya justru
menghancurkannya demi kekuasaan dan pembangunan yang berorientasi pada
dana-dana proyek atau dana-dana untuk pembangunan dalam bidang ekonomi saja .
Dan tugas utama
yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga,
serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya
bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara
kita tidak diklaim oleh negara lain.
- ·
Menyelenggarakan
mata pelajaran muatan lokal
Dengan adanya
Sekolah Selenggarakan Mata Pelajaran Muatan dan ekstrakurikuler wajib berbasis
pelestarian seni budaya setempat, dapat
menimbulkan rasa cinta dan bangga memiliki kebudayaan tersebut, dengan demikian
para genarasi muda dapat mengetahui kebudayaan – kebudayaan yang ada di
Indonesia.
2.3 Studi Kasus
Kemajuan teknologi
dapat berdampak pada perubahan budaya, perubahan yang sering ditemukan adalah
banyak anak – anak jaman sekarang lebih memilih bermain dengan gadget dibandingkan bermain permainan
tradisional. Mereka lebih memilih bermain permainan gadget karena karakter dalam permainan tersebut di sukai oleh
kebanyakan anak – anak. Namun, masih banyak juga anak – anak yang sering
bermain layangan, sepak bola, dan permainan tradisional lain bersama temannya .
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Perubahan Budaya
bisa terjadi tidak hanya di Indonesia saja, namun bisa di negara manapun. Karena
salah satu faktor penting perubahan budaya adalah globalisasi. Dampak dari
perubahan budaya sendiri bisa positif dan negatif tergantung dari sikap kita
dalam menghadapi globalisasi.
3.2 Saran
Sebagai generasi penerus bangsa sebaiknya kita harus menjaga dan
melestarikan budaya kita.
Komentar
Posting Komentar