STRATEGI KEBUDAYAAN
STRATEGI KEBUDAYAAN
Strategi
kebudayaan merupakan usaha yang dilakukan manusia untuk menyebarkan kebudayaan
dari satu tempat ke tempat lain atau dari suatu kelompok ke kelompok lain
dengan mengenalkan budaya setempat. Menurut Van Peursen dalam bukunya strategi
kebudayaan menjelaskan bahwa dewasa ini terdapat pergeseran-pergeseran arti
kebudayaan, oleh sebab itu Van Peursen membagi tiga tahap yaitu tahap mitis,
onologis, dan fungsional. Dari ketiga tahapan, tahap fungsional merupakan tahap
yang mendasari dalam menjalankan proses tersebut, sebab fungsional diperlukan
adanya strategi-strategi agar kebudayaan yang sedang dijalankan ke depannya
dapat berjalan dengan matang. Dan strategi inilah yang menurut Van perlu
diperhatikan untuk mencermati ketegangan pengaruh antara manusia dan kekuasaan-kekuasaan
ke depannya.
Masalah
kebudayaan nasional yang ingin di ciptakan telah di pikirkan oleh bangsa
Indonesia selama dasawarsa 30an yang kemudian di himpun dalam buku Polemik
Kebudayaan. Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, kebudayaan nasional Indonesia
yang disebutnya Kebudayaan Indonesia Raya harus diciptakan sebagai sesuatu yang
baru dengan mengambil banyak unsur dari kebudayaan barat. Unsur – unsur
tersebut antara lain adalah teknologi, orientasi ekonomi, keterampilan
berorganisasi, dan ilmu pengetahuan. Sedangkan Sanusi Pane berpendapat bahwa
kebudayaan nasional Indonesia sebagai kebudayaan timur harus mementingkan
kerohanian, perasaan, dan gotong royong.
Kebudayaan nasional Indonesia menurut Koentjaraningrat
mempunyai dua fungsi :
1.
Sebagai suatu
sistem gagasan dan perlambang yang memberi identitas kepada warga negara
Indonesia
2.
Sebagai suatu
sistem gagasan dan perlambang yang dapat di pakai oleh semua warga negara
Indonesia yang bhinneka untuk saling berkomunikasi, sehingga hal tersebut tetap
dapat memperkuat solidaritas.
Agar dapat mencapai kedua fungsi tersebut, masing –
masing harus dapat memenuhi tiga syarat;
1.
Harus merupakan
hasil karya warga negara Indonesia
2.
Tema pemikiran atau
wujudnya mengandung ciri – ciri khas Bangsa Indonesia
3. Oleh sebanyak
mungkin warga Indonesia harus dinilai sangat tinggi sehingga dapat dijadikan
sebagai kebanggaan.
Untuk dapat
menciptakan kebudayaan nasional Indonesia sebagai kegiatan dan proses demi
kejayaan bangsa dan negara, diperlukan adanya strategi yang tangguh, menurut
Drs. Slamet Sutrisno dalam bukunya Sedikit Tentang Strategi Kebudayaan Nasional
menyebutkan lima langkah, yaitu ;
A.
Akulturasi
Berarti percampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam
percampurannya masing – masing unsur lebih tampak.
B.
Progresivitas
Berarti maju, progresivitas dalam kebudayaan mengandung
pengertian bahwa kebudayaan itu harus bergerak ( cultural change ) maju
sehingga harus mengarah kemasa depan.
C.
Sistem pendidikan
Di Indonesia harus mampu menanamkan kebudayaan sosial.
Oleh karena itu, nilai – nilai pelajaran sejarah kebudayaan yang sifatnya
humaniora ( manusiawi ) perlu di berikan kepada pelajar maupun mahasiswa agar
mereka memperoleh pengertian yang benar dan tepat tentang kebudayaan.
D.
Kebijaksanaan
bahasa nasional
Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi di Indonesia,
melalui bahasa nasional tersebut telah dilakukan komunikasi yang baik dan
efektif dalam menunjang persatuan.
E.
Sosialisasi
Pancasila
Yang dilakukan melalui Pendidikan Moral Pancasila di
sekolah dasar dan menengah, dan mata kuliah Pancasila di perguruan tinggi.
Selain kelima langkah tersebut, masih di perlukan satu langkah
lain, yaitu mengikutsertakan rakyat, sebab rakyat yang merupakan sumber
kekuatan, rakyat merupakan pendukung kebudayaan, dan untuk rakyat juga semua
ini di lakukan.
Komentar
Posting Komentar