BAHAYA
MEDIA SOSIAL DI ERA GLOBALISASI
Remaja adalah penerus
bangsa di generasi selanjutnya, para pembangun bangsa di masa mendatang.
Identitas suatu bangsa dapat tercermin dari sikap para remaja atau para pemuda
bangsa. Namun sekarang, banyak pemuda bangsa yang justru bergaya
kebarat-baratan akibat globalisasi.
Pengertian globalisasi
itu sendiri adalah proses integrasi nasional yang terjadi karena pertukaran
pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.
Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan
telegraf dan internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin
mendorong aktivitas ekonomi budaya.
Pada era globalisasi ini teknologi semakin berkembang dengan pesat. Perkembangan itu beriringan pula dengan perkembangan masyarakat yang tradisional menjadi masyarakat yang modern, kemudian secara otomatis perkembangan tersebut menuntut masyarakat menuju kearah globalisasi. Globalisasi mempunyai dampak positif maupun dampak negatif.
Pada era globalisasi ini teknologi semakin berkembang dengan pesat. Perkembangan itu beriringan pula dengan perkembangan masyarakat yang tradisional menjadi masyarakat yang modern, kemudian secara otomatis perkembangan tersebut menuntut masyarakat menuju kearah globalisasi. Globalisasi mempunyai dampak positif maupun dampak negatif.
Dampak positif globalisasi antara lain :
1.
Akses informasi yang semakin terbuka.
2.
Komunikasi semakin murah, mudah dan
cepat.
3.
Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang.
4.
Pertumbuhan ekonomi indonesia meningkat.
5.
Kesejahteraan taraf hidup masyarakat
semakin maju.
Dampak negatif globalisasi antara lain :
1.
Bergaya ala kebarat – daratan.
2.
Sikap individualisme yang mendominasi.
3.
Sifat konsumtif berlebihan.
4.
Hilangnya rasa cinta terhadap produk
lokal dalam negeri.
Kemajuan teknologi dalam
era globalisasi menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat
manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga
memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai - nilai yang
ada di masyarakat. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran
seperti Indonesia. Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar
pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang dianut di
masyarakat.
Peran budaya luar
sangat besar terhadap identitas dikalangan remaja indonesia. Itulah yang dapat
melunturkan identitas pemuda bangsa, karena budaya luar sangat cepat masuk ke
indonesia. Salah satu perubahan yang terjadi yaitu terjadinya ketergantungan
masyarakat pada penggunaan media sosial.
Pengertian media sosial
sendiri adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah
berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki,
forum dan dunia virtual.
Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum
digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia
Mudahnya dalam membuat
akun di media sosial membuat banyaknya remaja yang mempunyai media sosial
tersebut. Kalangan remaja yang mempunyai media sosial biasa nya memposting
tentang kegiatan pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama
teman-temannya. Semakin aktif seorang remaja di media sosial maka mereka
semakin dianggap keren dan gaul. Namun kalangan remaja yang tidak mempunyai
media sosial biasanya dianggap kuno, ketinggalan jaman, dan kurang bergaul.
Bagi masyarakat
Indonesia khususnya kalangan remaja, media sosial seakan sudah menjadi candu,
tiada hari tanpa membuka media sosial, bahkan hampir 24 jam mereka tidak lepas
dari smartphone . Media sosial terbesar yang paling sering
digunakan oleh kalangan remaja antara lain; Facebook, Twitter, Path, Youtube,
Instagram, Kaskus, LINE, Whatsapp, Blackberry Messenger. Masing-masing media
sosial tersebut mempunyai keunggulan khusus dalam menarik banyak pengguna media
sosial yang mereka miliki. Media sosial memang menawarkan banyak kemudahan yang
membuat para remaja betah berlama-lama berselancar di dunia maya.
Pesatnya perkembangan
media sosial juga dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri.
Jika untuk media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal
yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media sosial.
Para pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan jaringan internet tanpa
biaya yang besar dan dapat dilakukan sendiri dengan mudah.
Para pengguna media
sosial pun dapat dengan bebas berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tanpa
rasa khawatir. Hal ini dikarenakan dalam internet khususnya media sosial sangat
mudah memalsukan jati diri atau melakukan kejahatan.
Penggunaan media sosial
di kalangan remaja ini juga menimbulkan pro dan kontra. Penggunaan media sosial
seringkali mengganggu proses belajar remaja, sebagai contoh ketika sedang
belajar lalu ada notifikasi dari teman yang akhirnya dapat mengganggu
proses belajar, dan kebiasaan seorang remaja yang berkicau berkali-kali di media
sosial yang terkadang hanya untuk mengeluhkan betapa sulit pelajaran yang
sedang dia kerjakan. Hal ini semata – mata hanya untuk mendapatkan komentar
atau like dari orang lain. Para
remaja biasanya berpendapat bahwa semakin banyak komentar atau like yang mereka dapat maka semakin
pupuler akun media sosial mereka.
Contohnya saja di
Instagram, para remaja mengunggah foto-fotonya yang sedang
bersenang-senang dengan teman-temannya dan seolah memperlihatkan betapa bahagia
dirinya. Dengan demikian, dapat dikatakan individu menjadikan media sosial
sebagai media presentasi diri.
Namun apa yang mereka
posting di media sosial tidak selalu menggambarkan keadaan kehidupan sosial mereka yang
sebenarnya. Ketika para remaja tersebut mengunggah sisi hidup nya yang penuh
kesenangan, tidak jarang kenyataannya dalam hidupnya mereka merasa kesepian.
Manusia sebagai aktor yang kreatif mampu menciptakan berbagai hal, salah
satunya adalah ruang interaksi dunia maya. Setiap individu mampu menampilkan
karakter diri yang berbeda ketika berada di dunia maya dengan dunia nyata.
Remaja
saat ini sudah seharusnya menggunakan jaringan internet secara bijak sehingga
kita tidak menjadi orang yang mencandu akan jejaring sosial. Sebaiknya para
pengguna situs jejaring sosial ini tidak harus berhenti total untuk tidak
menikmati situs tersebut, namun lebih bijak kalau secara perlahan untuk
menguranginya yaitu dengan mengurangi jam bermain Instagram, LINE, Youtube, dan
lainnya.
Gunakanlah sarana sosial media dengan
baik dan benar, gunakan peluang yang ada sebagai sarana yang positif.
Komentar
Posting Komentar